Kuil Putih Bak Di Atas Awan

“Wat Rong Khun atau Kuil Putih masuk Tujuh Keajaiban Thailand”

Jalan-jalan ke Thailand tidaklah pernah membosankan. Banyak sekali hal yang bisa dieksplorasi, mulai tur keliling kota, belanja murah, sampai menikmati seni tradisional dan budaya. Seperti yang saya lakukan pada Januari lalu: mengunjungi Thailand bagian utara, tepatnya di Kota Chiang Mai dan Chiang Rai.

Chiang Mai adalah kota terbesar dan kota budaya di utara Thailand. Tak sulit menjangkau kota itu karena ia sudah sangat terkenal sebagai daerah tujuan wisata. Ada rute penerbangan langsung dari Bangkok ke Chiang Mai. Namun, kalau ingin menikmati suasana perjalanan, bisa menggunakan bus atau kereta api.

Saya memilih menggunakan bus malam untuk menghemat ongkos. Jarak Bangkok-Chiang Mai sekitar 700 kilometer atau ditempuh selama 12 jam perjalanan. Setelah duduk semalaman penuh, saya tiba pagi harinya di pusat kota Chiang Mai. Bus yang membawa saya berhenti di terminal bus dekat Thapae Gate.

Kawasan itu memang pusatnya turis. Thapae Gate atau Gerbang Thapae adalah pintu masuk utama kota tua Chiang Mai, yang dibatasi oleh tembok. Dinding kota tua mirip benteng berbentuk bujur sangkar. Di tiap sudut terdapat pintu, hanya Gerbang Thapae yang bentuknya masih utuh.

Turun dari bus, saya langsung mengambil ransel, kemudian berjalan ke arah gerbang dan segera masuk ke area dalam untuk mencari penginapan. Di Chiang Mai terlalu banyak pilihan penginapan dan paket wisata dengan harga yang beragam. Saya kebingungan menentukan pilihan. Lelah menelusuri jalan dan sejumlah gang untuk menyurvei, akhirnya langkah saya terhenti di sebuah penginapan bernama VIP Hostel.

Pemiliknya wanita berumur sekitar 30 tahun. Mulanya saya merasa ada hal aneh karena paras wanita itu seperti orang  Eropa. Setelah berbasa-basi, baru diketahui bahwa ibunya orang Thailand yang menikah dengan pria Kanada. Penginapan itu adalah warisan dari kedua orang tuanya. Nyonya Than, begitu ia memperkenalkan diri. Saya pun bertanya mengenai tempat wisata di sekitar Chiang Mai.

Nyonya Than banyak menyebutkan tempat dengan harga yang bervariasi. Namun ada satu tempat yang mengundang rasa ingin tahu saya setelah mendengar ceritanya: Wat Rong Khun atau White Temple (Kuil Putih) di Chiang Rai. “Sekarang mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal dan asing karena kecantikannya. Kuil itu menjadi landmark kota dan merupakan satu-satunya kuil yang terletak di Kota Chiang Rai,” tutur Nyonya Than berpromosi.

Menurut dia,Wat Rong Khun sangat berbeda dengan kuil-kuil yang biasa ditemukan di Thailand. Jika menyukai hal-hal yang berbau budaya dan sejarah, kuil ini wajib dikunjungi. Kuil Putih adalah kuil Buddha yang kontemporer. Ia  dirancang oleh pelukis kelahiran Chiang Rai, Chalermchai Kositpipat. Sebagai bukti rasa cintanya kepada Sang Buddha, Chalermchai tak hanya bertanggung jawab dalam hal desain dan bangunan Kuil Putih, tapi juga menyumbangkan sebagian besar dana untuk pembangunan proyek ini.

Chiang Rai berada sekitar 200 kilometer sebelah timur laut Chiang Mai. Ia bisa dicapai dengan kendaraan selama 3 jam perjalanan. Saya memanfaatkan jasa biro perjalanan yang menyediakan paket wisata satu hari penuh. Ketika masih dalam proses pembuatan dari 1998 sampai 2008, Kuil Putih hanya menjadi tempat transit. Namun, sejak dibuka untuk pengunjung pada awal 2009, Kuil Putih menjadi salah satu obyek utama dalam paket, dan penumpang bisa turun dari kendaraan untuk memasukinya. Sejak 2010,Kuil Putih masuk Tujuh Keajaiban Thailand.

Chiang Rai dengan minivan biro perjalanan.Ada sembilan penumpang minivan tersebut. Kuil Putih berada di jalur Chiang Mai- Chiang Rai, sekitar 40 menit sebelum masuk ke Kota Chiang Rai. Begitu tiba di kuil ini, rasa takjub saya muncul. Sesaat mata saya silau ketika menatap dari jauh bangunan serba putih tersebut. Kuil berwarna putih dengan latar belakang langit biru membuat bangunan itu seakan mengambang laksana awan. Sungguh indah dan sejuk dipandang.

Yang menakjubkan dari kuil ini adalah konstruksinya, dibangun dalam warna serba putih dan disempurnakan dengan detail mozaik kaca yang memantulkan cahaya matahari sehingga memberi efek kilauan berlian. Warna putih merupakan perlambang kemurnian Sang Buddha, sedangkan kaca dipakai untuk melambangkan kebijaksanaan Buddha, yang  bersinar cerah di seluruh bumi dan alam semesta.

Chalermchai, 56 tahun, adalah seniman Thailand yang karyakaryanya telah dipamerkan di seluruh dunia. Dia terkenal dengan kekhasannya, yakni selalu menampilkan citra Buddha dalam setiap karya seninya. Arsitektur Kuil Putih terkesan kontemporer, tapi tidak meninggalkan model kuil Buddha yang berciri (ornamen) Thailand. Sentuhan seni terlihat pada model patung-patung ala Chalermchai, yang cenderung ekstrem dan ekspresif.

Secara garis besar, Wat Rong Khun terdiri atas sembilan bangunan: pintu masuk berupa fasad model Buddhavasa;  bangunan utama; aula khusus berisi relic Buddha dan benda-benda keagamaan; aula yang berisi lukisan dan patung Buddha; galeri seni; ruang tunggu, kantin, dan toilet; aula untuk acara keagamaan; ruang kontemplasi; serta ruang meditasi para biksu.Tiga tempat terakhir tertutup untuk turis.

Ketika pengunjung memasuki wilayah kuil, penjaga dengan ramah menerangkan kepada para pengunjung.“Jalan ini adalah satu jalur. Ketika Anda masuk ke area kuil, Anda tidak bisa keluar melalui pintu ini lagi, tapi harus mengikuti
jalur dan keluar melalui pintu belakang. Hal ini merupakan cerminan dari siklus hidup yang terus bergerak maju dan tidak mungkin mundur.”Itulah salah satu pencitraan ajaran Buddha yang diterapkan dalam area kuil ini.

Tepat di depan kuil terdapat kolam berisi replika tangan-tangan manusia yang menjulang dan hendak menggapai sesuatu,
bahkan seolah ingin mencoba menarik saya untuk bergabung dengan mereka. Dari hal tersebut, sepertinya si perancang bangunan ingin menggambarkan situasi di neraka bagaimana orang-orang menderita karena perbuatan buruk mereka.

Untuk masuk ke kuil, saya melewati jembatan yang dijaga dua raksasa berbentuk ular tapi berbadan dan berkepala manusia dengan ekspresi wajah yang cukup menakutkan. Sementara itu, di bawah jembatan terdapat kolam ikan yang diisi ikan koi berwarna putih, yang sangat serasi dengan kuil ini.Kolam ini mungkin ibarat sungai yang membatasi dunia fana dan surga. Saat melewati jembatan, saya menemui patung-patung Buddha yang sedang melakukan melakukan meditasi di bunga teratai, dikelilingi oleh roh dunia.

Akhirnya, tibalah saya di bagian aula utama Kuil Putih. Saya menebak bangunan ini merupakan bangunan yang menjadi representasi dari surga. Setelah melihat ke dalam bangunan, ternyata tampilannya sangatlah berbeda dari bagian luarnya. Sementara di bagian luar kuil semua berwarna serba putih berkilau, di bagian dalam ruang utama menampilkan
altar Buddha dalam kapel api emas.

Bagian dalam kuil penuh dengan patung dan lukisan mural yang dibuat sendiri oleh Chalermchai. Lukisan tersebut mewakili semangat dan hasrat untuk dunia Dharma. Dari brosur yang saya dapatkan dijelaskan,“Semua patung atau lukisan dekoratif dilengkapi dengan teka-teki Dharma, filosofi Buddha, dan ajaran Buddha yang telah dipelajari dan
dipraktekkan oleh sang perancang selama lebih dari 25 tahun.”

Saya sangat terpesona melihat cerita dan ajaran Buddha di dinding yang dijelaskan dalam gaya modern, berupa lukisan mural. Sayangnya, kamera tidak diperbolehkan mengabadikan gambar di dalam ruangan tersebut, jadi semua itu hanya bisa saya simpan di dalam memori otak saya. Kuil ini buka pada pukul 08.00 hingga 16.00 dan tidak perlu membayar
tiket masuk alias gratis.

Sayangnya, kompleks Kuil Putih belum lengkap dibangun. Sampai saat ini masih dalam proses pembangunan dan mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun baru selesai. Rencananya, di area kuil itu akan berdiri sembilan bangunan lain, termasuk kapel (ubosot), pagoda, pertapaan, krematorium, aula biara, aula khotbah museum, paviliun, dan
fasilitas kamar kecil yang akan dibangun di atas lahan seluas 7 rai (sekitar 3 hektare).

Meski begitu, pada 2009, White Temple telah menerima lebih dari 5 juta pengunjung, menjadikannya tempat wisata terbesar di Chiang Rai. Kalau di Bangkok ada Grand Palace, di Chiang Rai yang menjadi andalan adalah White Temple. Thailand memang negeri yang indah dan eksotis.

Koran Tempo Minggu, 4 Sept 2011