Keceriaan di Luna Park

Pintu gerbang Luna Park Sydney yang berbentuk kepala badut tersenyum lebar, seolah menarik siapapun untuk masuk kedalamnya. Saya Anet, merasakan sendiri keceriaan tersebut saat berada disini

Ketika mengunjungi Sydney Opera babarapa waktu lalu, dari kejauhan saya melihat bentuk muka badut berwarna cerah yang berukuran besar dengan ekspresi wajah tertawa lebar. Dari mulutnya terdapat pintu masuk kedalam area yang cukup ramai, terlihat berbagai wahana mainan hilang timbul dari sela-sela dinding pembatas. Dari situ juga saya mendengar seruan ramai orang-orang menjerit hysteria ketakutan kemudian disusul dengan gelak tawa yang renyah, semakin penasaran saya dibuatnya karena tidak bisa langsung mendatangi tempat tersebut akibat di batasi oleh laut utara Sydney Harbour. Setelah bertanya-tanya akhirnya saya mengetahui bahwa tempat tersebut bernama Luna Park Milsons Point atau juga dikenal sebagai Luna Park Sydney. Sebuah taman hiburan, yang menjadi salah satu ikon dari kota Sydney.

Ada berbagai pilihan moda transportasi untuk mencapai sana. Banyak rute bus yang melalui  Milsons Point, tinggal turun di North Sydney Station maupun terminal  Milsons Point. Jika menggunakan kereta maka pemberhentiannya adalah di stasiun Milsons Point, dari situ hanya berjalan kaki sekitar 5 menit, dan yang paling asyik adalah dengan menggunakan Ferry dari Circular Quay atau pun dari Darling Harbor, karena dari atas ferry bisa sekaligus mendapatkan sudut foto yang sempurna untuk mengabadikan Sydney Harbour Bridge dan Sydney Opera House. Tempatnya yang berada di sisi utara sudut Sydney Harbour bridge menyempurnakan taman hiburan ini, karena dari Luna Park dapat melihat pemandang Opera House yang manjadi land mark dari kota Sydney. Sungguh luar biasa.

Taman hiburan ini menyuguhkan berbagai wahana menyenangkan dan permainan untuk keluarga, kalau di Indonesia mungkin seperti taman hiburan Dunia Fantasi (Dufan). Bedanya dengan Dufan adalah para pengunjung dengan bebas boleh masuk ke areal Luna Park tanpa membayar tiket masuk, untuk bermain mencicipi berbagai wahana yang disediakan atau pun hanya sekedar ingin merasakan atmosfirkeceriaan mengenang masa kanak-kanak dulu yang penuh dengan warna warni. Jika ingin menikmati wahana yang ada, maka pengunjung dapat membeli tiket terusan untuk sepanjang hari atau pun membeli tiket tertentu di tiap wahana yang ingin di coba.

Banyak pengunjung yang asyik menikmati suasana pemandangan Sydney Harbour, sementara untuk anak-anak, mereka bisa menikmati berbagai permainan dan wahana. Sedangkan saya lebih memilih untuk melihat dan mengagumi taman hiburan ini yang sudah beroprasi sejak tahun 1935.

Selain berfungsi sebagai taman hiburan, Luna Park juga biasa dijadikan tempat untuk mengadakan event-event tertentu seperti: pesta ulang tahun anak, festival, acara perusahaan, konser dan acara musicals,  konferensi dan pameran, launching produk baru, family day sampai acara pernikahan. Mungkin karena tempatnya yang strategis, menjadikan Luna Park sebagai pilihan utama dalam mengadakan acara special.

Ternyata selain di Sydney, Melbourne juga memiliki  Luna Park yang sampai sekarang masih beroperasi. Dari empat Taman Luna yang dibangun di Australia, Luna Park Glenelg di Australia Selatan (1930-1934) dan Luna Park Redcliffe di Queensland (1944-1966) sudah tidak beroperasi lagi.

Gerbang masuk Luna Park adalah ikon wajah badut yang dibuat oleh Martin Sharp seniman dari Sydney, sementara bentuk  arsitektur pada gerbangnya mengikuti gaya art deco yang merupakan transformasi dari bentuk Chrysler Building yang ada di New York. Setelah buka tutup selama hampir 70 tahun, akhirnya Luna Park Sydney benar-benar dibuka kembali sejak tahun 2004 di bawah manajemen baru. Sejak itu lebih dari satu juta orang telah berjalan melalui gerbang mulut badut setiap tahunnya.

Main ke Luna Park tidaklah lengkap tanpa mencoba beberapa permainan dan wahana yang memicu adrenalin. Banyak sekali wahana yang bisa dimainkan bahkan ada beberapa permaianan yang menjadi favorit sejak dulu masih dipertahankan seperti Carousel, Coney Island yaitu otentik fun house dari 1930an di dalamnya terdapat  beberapa sensasi yang menyenangkan seperti merasakan getaran naik Slides, atau terhuyung-huyung ketika melewati wahana Barel.

Selain permainan lama, jangan lupa juga  untuk menguji beberapa wahana modern seperti Piring Terbang, yang akan berputar secara horizontal dengan kecepatan yang semakin lama semakin kencang sebelum terlempar sejauh 18 meter ke langit. Kemudian ada wahana Kapal Bajak Laut, dimana para penumpang kapal akan di putar penuh dan tergantung terbalik dalam waktu beberapa detik. Wahana lain yang membutuh keberanian yang patut di coba adalah permainan Spider, nikmati sensasi dilempar-lempar dari sisi ke sisi pada kecepatan yang fantastis.

Bagi yang tidak menyukai tantangan wahana, saya sarankan untuk naik Carousel yang sangat antik, karena dibuat oleh tangan-tangan professional handal  dan mambutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan detailnya untuk membawa kembali kenangan waktu kecil dan disempurnakan dengan alunan music romantic yang selalu diputar. Selain itu juga bisa mencoba Ferris Wheel. Penumpang hanya duduk di dalam salah satu gantole kemudian dengan perlahan akan berputar naik hingga mencapai diketingian 40 meter, dari situ bisa melihat pemandangan terbaik dari kota Sydney yang spektakuler.

Menjelang sore saya menyempatkan diri untuk mencoba keberuntungan pada permainan badut tertawa, yaitu mencoba memasukan bola ke dalam mulut badut tersebut untuk memenangkan hadiah. Tapi sayang lemparan saya tidaklah pernah tepat, meskipun belum beruntung setidaknya saya sudah mendapatkan keceriaan dari permainan tersebut.

Sungguh lega rasanya setelah puas berteriak mengeluarkan segala kepenatan yang selama ini tersimpan, ternyata sesekali kita memang membutuhkan hiburan untuk mernyegarkan diri seperti hilangnya dahaga setelah mencicipi dinginnya es krim yang saya beli di salah satu stand penjual makanan. Sudah capek bermain dan lelah tertawa akhirnya saya menutup kunjungan hari itu dengan berjalan-jalan tepi pantai sambil memandangi gedung opera Sydney dari kejauhan.